Anna terdiam dalam pangkuan tangannya. Sedari ba’da ashar ia enggan untuk beranjak dari sentral mosque, Seoul. Jika saat ini dosennya meminta Anna tuk tuliskan sebuah puisi maka ia akan memberinya judul “ Cinta Terasingkan”.
Ia seorang mahasiswi s2 di Universitas Inha, Korea Selatan. Penghargaan Internasional atas novelnya yang berjudul “Kebaikan yang Sama” membawanya ke Seoul dan menjadikannya mendapatkan beasiswa di universitas di mana penghargaan itu ia terima, Inha University.
“Anyeonghasaeyo” (Terdengar suara seorang lelaki menyapa)
Anna : Anyeong (Anna tersenyum. Matanya menyipit) kau? (Lanjut Anna)
Lelaki : Iya (Duduk membersamai Anna)
Anna : (Terdiam)
Lelaki: (Sesekali mencuri pandang)
Pertemuannya dengan lelaki itu tak lama. Bahkan keduanya tak bercakap selain dalam hati.
Malam merebah
Anna : (Membuka materi yang tadi siang di dapatnya dari kuliah) Aneh sekali dia ( Ucap Anna lirih. Jemarinya memainkan pena)
Terdengar teriakan dari lantai bawah
“Eonni!”
Anna : (Terkejut) Ne??! (Menuruni tangga)
Yoon : (Berbisik) Ada seorang lelaki di bawah.