" Soon..." Panggilku saat ku lihat Soon. Ia juga baru menepi di dekat gerbang sekolah. Dia terlambat lagi. Begitupun denganku. Aku sibuk mengurusi adikku yang juga harus berangkat ke sekolah dan membawa bekalnya.
" Hey? Terlambat lagi, Jieon?" Sindirnya padaku. Seperti tak sadarkan diri bahwa ia pun lagi-lagi terlambat.
seperti biasa, kami diperbolehkan mengikuti pelajaran setelah kami menulis sebuah pernyataan " aku malu terlambat" lalu kami tempelkan pada punggung teman kami yang lain, yang juga terlambat.
Ah. Rasanya, ini memalukan sekali. Bahkan pipiku sampai kesemutan menahan geli karena berkaliku bayangkan betapa kekanakkanya aku. Umurku bahkan menginjak 19. Aku masih duduk di bangku kelas 3 Senior High School. Dua kali aku tinggal kelas saat aku di Junior High School. Sekarang, untuk naik kelas aku harus belajar mati-matian. Itu pun masih tetap membuatku berada pada peringkat terakhir.